Mengulas Macam-macam Gelang Etnik yang Semakin Populer Sampai Saat Ini!

Fashion

Trend fashion tak selalu berjalan maju meninggalkan apa yang sudah pernah menjadi trend sebelumnya. Ada kalanya trend masa lalu kembali menjadi hits seiring dengan perkembangan zaman. Seperti pada aksesoris fashion misalnya, penggunaan bahan tradisional untuk aksesoris kini kembali marak contohnya untuk membuat perhiasan gelang  atau kalung tangan. Kalung tangan dari emas atau bahan mulia lainnya memang menjadi trend untuk penggunaan saat ini terutama oleh wanita. Selain sebagai aksesoris emas juga bisa menjadi sarana investasi. Namun bukan hanya emas saja yang kini banyak digunakan untuk membuat aksesoris kalung tangan ini namun juga berbagai bahan tradisional untuk membuat jenis etnik.

Kalung tangan etnik kembali populer setelah sekian lama tenggelam dalam gemerlapnya emas dan sintetis. Kini banyak orang kembali melirik perhiasan dari bahan tradisional seperti kayu, daun, hingga bebatuan. Memang harga jual kembalinya hampir tidak ada namun hal tersebut yang juga membuat harga belinya terjangkau sehingga banyak yang mulai meliriknya. Apa saja jenis kalung gelang etnik di Indonesia yang mulai banyak dicari? Berikut ini adalah beberapa contohnya untuk Anda:

  • Snorkeling.

Snorkeling merupakan kayu yang saat ini banyak dijadikan bahan pembuat aksesoris. Kayu ini cukup kuat namun ringan sehingga tak membebani tangan Anda ketika menggunakannya. Warna luarnya hitam yang akan tampak lebih bagus dengan pernis sesuai. Bentuk aksesoris yang dibuat dari kayu ini adalah kalung tangan dengan model bangun minimalis tertentu ataupun anting-anting. Untuk mendapatkannya Anda bisa mencari di berbagai toko online dengan kisaran harga dari Rp. 40 ribu hingga Rp. 80 ribu.

  • Benang Tridatu Bali.

Masyarakat di Bali memiliki aksesoris uniknya sendiri yaitu sebuah kalung tangan yang terbuat dari benang 3 warna yaitu merah, putih da hitam. Aksesoris ini bukan sembarang aksesoris karena memiliki arti dan falsafah yang berkaitan dengan kepercayaan. Karenanya sekarang gelang tridatu ini dijadikan ciri untuk penganut Hindu di Bali.

  • Ponto bossak.

Merupakan aksesoris tradisional dari wilayah Sulawesi selatan. Memiliki bentuk seperti tabung memanjang dengan warna keemasan. Terdapat 2 jenis aksesoris ini yang digunakan untuk membedakan strata masyarakat jaman dahulu.

  • Bangle.

Merupakan aksesoris kalung tangan yang terbuat dari kayu bangle. Memiliki warna putih kekuningan dengan bentuk bulatan kecil yang di anyam menggunakan tali. Aksesoris ini sekarang banyak digunakan umumnya oleh para pria atau remaja yang ingin memberikan tambahan pernik untuk pergelangan tangannya.

  • Jagoi dayak.

Masyarakat dayak juga memiliki aksesoris tangannya sendiri yaitu jagoi. Jagoi ini terbuat ari anyaman serutan kayu atau bahan lainnya yang menggunakan dua warna kontras yaitu hitam dan putih. Karena terbuat dari anyaman, motif yang dihasilkan bisa sangat beragam sesuai dengan keahlian si pembuat menganyam serutan tersebut.

Bagi anda para pria yang ingin menggunakan aksesoris namun tak ingin terlihat seperti menggunakan aksesoris wanita, kini banyak pilihan gelang etnik yang bisa digunakan. Anda bisa memilih mana yang sesuai dengan selera maupun karakter. Selain jenis aksesoris tradisional di atas, masih banyak lagi jenisnya yang bisa Anda miliki dengan cara membeli secara langsung di toko pernak-pernik atau memesannya dari toko online. Ada baiknya Anda mengoleksi beberapa jenis aksesoris etnik karena jenis etnik tak akan lekang dimakan jaman malah semakin memiliki nilai seni dengan bertambahnya usia. Selain untuk aksesoris, beberapa etnik juga memiliki manfaat baik secara kesehatan maupun spiritual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *